Mengubah Perilaku Terhadap Lingkungan Sekitar Guna Mencegah Bencana

Mengubah perilaku secara teori gampang. Namun, dalam pelaksanaannya tidak mudah. Teori saja tidak cukup karena keberhasilannya harus dibuktikan, diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengimpelementasikannya itu yang sulit, butuh kemauan yang kuat, butuh komitmen yang keras untuk mengubah perilaku. Mengubah perilaku memang tidak mudah, apapun perilaku itu. Umumnya kita ingin mengubah perilaku yang dinilai kurang baik menjadi perilaku yang baik. Dalam tulisan ini ingin mengubah perilaku yang kurang (tidak) baik terhadap lingkungan sekitar menjadi perilaku yang baik terhadap lingkungan. Perilaku yang tidak baik terhadap lingkungan sangat banyak, mulai dari yang besar sampai yang kecil-kecil. Pada dasarnya untuk mengubah perilaku yang kurang (tidak) baik terhadap lingkungan dalam skala besar tidak mudah, maka baiknya dimulai dari perilaku yang kurang (tidak) baik dari yang kecil-kecil saja. Perilaku yang kurang (tidak) baik dari yang kecil-kecil saja seperti apa bila Anda (kita) melihat suasana yang kumuh, kotor apakah merasa tidak nyaman, risih. Bila perasaan ini masih muncul maka kemungkinan besar untuk mengubah perilaku menjadi baik terhadap lingkungan masih mudah. Namun, bila melihat suasana kumuh, kotor pada satu ruangan tidak risih, merasa suasana itu sudah rutin sehari-hari maka akan akan sulit mengubah perilaku yang kurang (tidak) baik itu terhadap lingkungan. Idealnya kita akan merasa nyaman, tenang bila melihat suasana ruangan yang indah, bersih. Perilaku yang ideal ini harus dimiliki oleh tiap individu dan ketika sudah memiliki maka mengubah perilaku terhadap lingkungan yang baik harus dilakukan dari diri sendiri. Mengubah perilaku tergantung kepada individu masing-masing. Bila saja setiap individu telah mengubah perilakunya terhadap lingkungan yang baik maka kondisi lingkungan yang baik akan tercipta. Kata kuncinya terletak pada individu masing-masing dan akan sulit bila tidak dimulai dari individu masing-masing mengubah perilakunya terhadp lingkungan yang baik. Kata kunci ini tidak terbantahkan karena apa bila individu masing-masing telah menjadi perilaku yang baik terhadap lingkungan maka modal dasar untuk menciptakan kondisi lingkungan hidup yang baik secara otomatis akan terwujud. Perubahan perilaku terhadap lingkungan hidup yang baik dari setiap individu sangat penting sebab bila setiap individu telah memiliki perilaku yang baik terhadap lingkungan hidup maka akan baiklah lingkungan hidup itu. Hal yang paling sulit adalah kemauan, komitmen karena modal dasar yang paling penting kemauan yang keras untuk mau mengubah perilaku setiap masing-masing individu tanpa terkecuali. Mengubah perilaku terhadap lingkungan secara total untuk masing-masing individu harus dimulai secara dini, mulai saat ini. Jangan tunggu hari esok, segerakan sesegera mungkin. Aplikasi Terhadap Lingkungan Mengubah perilaku terhadap lingkungan yang diaplikasikan kepada lingkungan sekitar, dimana kita (Anda) berada. Pada dasarnya semua lingkungan di planet bumi ini sama meskipun ada perbedaan disana sini dan itulah yang membuat pembeda terhadap pengelolaan lingkungan. Ambil contoh sungai yang hampir semua daerah di planet bumi ini ada. Sungai adalah aliran air yang besar, biasanya buatan alam ini ada pada setiap desa, kota di dunia ini. Dalam sejarah kehidupan manusia, awal adanya satu daerah biasanya bila daerah itu memiliki aliran air yang besar, terus-menerus mengalir sepanjang tahun yang dinamakan sungai maka manusia hidup dan menetap di derah itu. Faktanya setiap pertumbuhan daerah pada jaman dahulu selalu dimulai pada daerah aliran sungai. sungai telah menjadi hal yang vital bagi kehidupan dan perkembangan suatu daerah. Kita ambil saja contoh sungai ciliwung yang membentang di melintasi ibu kota Jakarta ini dulunya adalah sungai yang sangat jernih. Bahkan konon pada jaman penjajahan Belanda air sungai ini masih bisa dikonsumsi. Namun jika kita lihat kondisinya saat ini, sungai ciliwung sudah benar-benar tercemar. Jangankan untuk dikonsumsi, sebagai air cuci saja air di sungai ciliwung sudah tidak layak lagi. Perilaku manusia menginginkan hidup pada lokasi yang ada sumber mata air adalah sangat wajar karena manusia dalam hidupnya sangat tergantung dari ketersediaan air. Sampai kini bila kita (Anda) ingin tinggal pada satu tempat (daerah) yang pertama sekali ditanya dan dilihat adalah apakah di lokasi tempat tinggal itu tersedia sumber air. Bila ada sumber air atau ada fasilitas air, baru mau tinggal di lokasi itu. Akibat perilaku manusia terhadap lingkungan yang tidak baik maka sungai yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia banyak mengalami perubahan, sumber airnya tercemar. Mengapa menjadi tercemar? Jawabnya karena perilaku manusia terhadap lingkungan sudah berubah. Kini banyak sungai, termasuk sungai-sungai di Kota Jakarta telah dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Di samping menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah, bantaran sungai sebagai jalur hijau atau jalur bebas bangunan tetapi perilaku manusia yang tidak mengindahkan lingkungan maka banyak bangunan rumah di bantaran sungai yang seharusnya tempat tumbuhan, pepohonan hidup. Kini sisi kiri dan kanan sungai bukan area terbuka lagi tetapi menjadi area tertutup dengan berbagai bangunan. Akibat berbagai bangunan sudah berdiri di bantaran sungai maka sungai tidak terlihat lagi seperti yang ada di kota Jakarta, sungai-sungai yang ada di Kota Jakarta sudah tidak dapat dilihat lagi keindahannya. Seandainya Tumpukan sampah tidak ada lagi di sepanjang jalur sungai, niscaya kita bisa melihat indahnya aliran sungai yang melintasi ibu kota itu. Hal ini diperparah dengan menjamurnya rumah-rumah kumuh di sepanjang kiri kanan aliran sungai ciliwung. Dua hal diatas dituding menjadi faktor utama meluapnya sungai ciliwung di setiap musim penghujan. Peraturan yang melarang sudah ada, tidak boleh mendirikan bangunan pada daerah jalur sepanjang sisi kiri dan kanan sungai. Namun, peraturan itu yang belum dilaksanakan dengan baik disebabkan perilaku manusia yang belum berubah terhadap lingkungan. Boleh jadi yang penting dan yang terpenting adalah mengubah perilaku terhadap lingkungan dari setiap individu, dari masing-masing kita (Anda) semua terhadap lingkungan. Caranya mari berubah perilaku terhadap lingkungan sekitar karena bila perilaku terhadap lingkungan sekitar telah berubah maka bencana alam tidak akan muncul karena sesungguhnya alam itu sangat bersahabat dengan kita bila kita juga bersahabat dengan alam. (penulis adalah pemerhati masalah lingkungan)

Comments